Maarten Paes resmi mengenakan seragam Ajax Amsterdam setelah klub raksasa Belanda itu mengumumkan transfer sang kiper pada Senin, 2 Februari 2026. Kiper Timnas Indonesia berusia 27 tahun ini meninggalkan FC Dallas dan menandatangani kontrak berdurasi 3,5 tahun hingga 30 Juni 2029. Seluruh penggemar sepak bola Tanah Air kini menanti satu pertanyaan besar: kapan Maarten Paes menjalani debut resminya bersama De Godenzonen?
Pertandingan terdekat Ajax jatuh pada Minggu, 8 Februari 2026 saat tim besutan pelatih Fred Grim bertandang ke markas AZ Alkmaar di AFAS Stadion. Laga Eredivisie ini akan bergulir pada pukul 20.30 WIB. Jika Grim menilai kondisi fisik Paes sudah menyamai rekan-rekan setimnya, maka laga tandang melawan AZ Alkmaar berpotensi menjadi panggung debut sang kiper bernomor punggung 26.
Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih Fred Grim. Beberapa faktor akan menentukan apakah Paes langsung turun sebagai starter atau harus menunggu beberapa pekan lagi untuk beradaptasi.
Ajax Bergerak Cepat Amankan Jasa Paes
Ajax Amsterdam tidak membuang waktu dalam proses transfer Maarten Paes. Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memantau Paes selama beberapa musim terakhir. Begitu kesempatan terbuka, manajemen langsung bergerak cepat.
Beuker menjelaskan bahwa Ajax segera bertindak setelah mendapat informasi mengenai ketertarikan serius terhadap Remko Pasveer dari Heracles Almelo. Kepergian kiper veteran berusia 42 tahun itu membuka celah di sektor penjaga gawang yang harus segera diisi.
Pakar transfer dunia Fabrizio Romano lebih dulu memberikan konfirmasi melalui stempel khasnya. Romano menyebutkan bahwa Ajax telah menyepakati transfer permanen dari FC Dallas dengan kontrak hingga Juni 2029.
Menurut sejumlah laporan, Ajax mengeluarkan dana sekitar 1,5 juta euro atau setara Rp29,7 miliar untuk menebus Paes. Angka ini terbilang sangat terjangkau bagi klub sekaliber Ajax, mengingat Paes masih memiliki sisa kontrak dengan FC Dallas hingga Desember 2026.
Selain itu, waktu transfer ini dinilai sangat tepat bagi kedua belah pihak. Liga Amerika Serikat (MLS) sedang memasuki jeda musim dingin, sehingga proses administrasi dan perpindahan Paes berjalan lancar tanpa mengganggu jadwal klub lamanya.
Jadwal Lengkap Ajax Setelah Kedatangan Paes
Jadwal debut Maarten Paes di Ajax Amsterdam bergantung pada kesiapan fisik dan keputusan pelatih. Berikut deretan pertandingan Ajax di Eredivisie yang bisa menjadi ajang pembuktian sang kiper Timnas Indonesia.
Laga terdekat menghadirkan tantangan berat melawan AZ Alkmaar pada 8 Februari 2026 di AFAS Stadion. Kemudian Ajax akan kembali ke Johan Cruyff ArenA untuk menjamu Fortuna Sittard pada 14 Februari 2026 pukul 02.00 WIB dini hari.
Sepekan kemudian, Ajax kembali bermain di kandang melawan NEC pada 21 Februari 2026. Pertandingan melawan NEC tentu memiliki makna emosional tersendiri bagi Paes, karena klub asal Nijmegen itu merupakan tempat ia memulai karier profesionalnya pada tahun 2016.
Pada bulan Maret, Ajax akan bertandang ke PEC Zwolle pada 1 Maret, lalu mengunjungi FC Groningen pada 7 Maret. Selanjutnya mereka menjamu Sparta Rotterdam pada 14 Maret sebelum menghadapi laga besar melawan Feyenoord di De Kuip pada 22 Maret 2026.
Jadwal padat ini memberikan banyak peluang bagi Paes untuk meraih kesempatan debut. Entah sebagai starter langsung atau melalui rotasi bertahap, panggung Eredivisie sudah menanti sang Tembok Timnas Indonesia.
Persaingan Ketat di Bawah Mistar Ajax
Maarten Paes tidak langsung mendapat jaminan sebagai kiper utama Ajax. Ia harus menghadapi persaingan ketat dengan beberapa penjaga gawang lain yang sudah lebih dulu menghuni skuad De Godenzonen.
Vitezslav Jaros saat ini menempati posisi kiper utama Ajax. Penjaga gawang asal Republik Ceko itu bergabung dengan status pinjaman dari Liverpool dan sudah mencatatkan 22 penampilan musim ini, meliputi 16 laga Eredivisie, 5 pertandingan Liga Champions, dan 1 di KNVB Beker.
Meskipun Jaros tampil solid, statusnya sebagai pemain pinjaman berarti ia akan kembali ke Liverpool pada akhir musim. Kondisi ini membuka jalan lebar bagi Paes untuk mengambil alih posisi kiper utama mulai musim depan.
Selain Jaros, Ajax juga memiliki dua kiper muda yaitu Joeri Heerkens yang berusia 19 tahun dan Paul Reverson yang baru berusia 20 tahun. Keduanya masih minim pengalaman di level senior dan baru naik dari tim U-21 Ajax.
Dengan pengalaman 128 pertandingan di MLS bersama FC Dallas serta 10 caps bersama Timnas Indonesia, Paes jelas membawa kualitas dan jam terbang yang jauh melampaui kedua kiper muda tersebut. Oleh karena itu, posisinya sebagai kiper kedua di belakang Jaros untuk sisa musim ini sangat realistis.
Paes Pulang ke Kampung Halaman
Transfer ke Ajax Amsterdam memiliki makna mendalam bagi Maarten Paes secara personal. Kiper kelahiran Nijmegen pada 14 Mei 1998 ini kembali ke tanah kelahirannya setelah beberapa musim berkarier di Amerika Serikat.
Paes memulai karier profesionalnya di NEC Nijmegen pada tahun 2016. Dua tahun kemudian, ia pindah ke FC Utrecht dan terus mengasah kemampuannya di Eredivisie. Selama bermain di NEC dan Utrecht, Paes membukukan 44 pertandingan di pentas liga tertinggi Belanda dengan catatan 10 kali clean sheet.
Pada tahun 2022, Paes mengambil keputusan mengejutkan dengan hijrah ke FC Dallas di MLS. Di sana ia berkembang pesat dan menjadi kiper andalan selama empat musim. Paes mencatatkan 128 penampilan di berbagai kompetisi dan mengumpulkan 25 clean sheet dari total 11.532 menit bermain.
Kini perjalanannya membawa ia kembali ke Eredivisie, tetapi kali ini dengan seragam klub yang jauh lebih bergengsi. Ajax Amsterdam merupakan pemilik 36 gelar juara Eredivisie, 20 trofi Piala KNVB, dan 4 gelar Liga Champions.
Paes sendiri mengaku sangat bahagia dengan kepindahan ini. Ia menyebut Ajax sebagai klub favoritnya sejak kecil dan selalu bermimpi untuk bisa menjadi bagian dari tim ibu kota Belanda tersebut.
Peran Jordi Cruyff dan Denny Landzaat di Balik Transfer
Transfer Maarten Paes ke Ajax tidak terlepas dari keterlibatan beberapa sosok yang familiar dengan sepak bola Indonesia. Jordi Cruyff baru saja resmi menjabat sebagai direktur teknik Ajax, dan namanya kerap dikaitkan dengan keberhasilan transfer ini.
Jordi Cruyff sebelumnya menjabat sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia dan mengenal baik kualitas Paes secara langsung. Kehadirannya di struktur manajemen Ajax tentu menjadi faktor penting dalam meyakinkan klub untuk mendatangkan kiper berdarah Indonesia-Belanda ini.
Selain Cruyff, sosok Denny Landzaat yang kini berperan sebagai asisten pelatih Fred Grim juga turut memperkuat koneksi Indonesia di tubuh Ajax. Landzaat merupakan mantan pemain Timnas Belanda yang pernah terlibat dalam kepelatihan sepak bola Indonesia.
Kehadiran dua figur ini menciptakan lingkungan yang sangat mendukung bagi proses adaptasi Paes di Amsterdam. Dengan koneksi yang sudah terjalin, Paes diharapkan bisa lebih cepat menyatu dengan filosofi permainan Ajax.
Julukan Tembok Ikut Terbang ke Amsterdam
Maarten Paes membawa julukan khasnya ke Ajax Amsterdam. Dalam sesi tanya jawab yang diunggah melalui Instagram resmi Ajax, Paes mengungkapkan bahwa ia dikenal dengan sebutan Tembok.
Julukan tersebut diberikan oleh para penggemar Timnas Indonesia karena kemampuannya yang luar biasa dalam menjaga gawang. Paes kerap tampil gemilang di berbagai pertandingan krusial Skuad Garuda, terutama dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sejak debut bersama Timnas Indonesia pada September 2024, Paes langsung membuktikan kualitasnya. Ia tampil konsisten dan menjadi salah satu pilar utama di bawah mistar gawang tim asuhan John Herdman.
Hingga saat ini, Paes sudah mengoleksi 10 penampilan bersama Timnas Indonesia di berbagai ajang. Performanya yang impresif turut menjadi salah satu pertimbangan Ajax dalam merekrutnya, sebagaimana diakui oleh Direktur Sepak Bola Marijn Beuker.
Paes juga sempat menyanyikan lagu Tanah Airku bersama rekan setim dan puluhan ribu suporter di Stadion Gelora Bung Karno. Momen tersebut menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan Indonesia meskipun ia lahir dan besar di Belanda.
Alasan Ajax Butuh Paes Sekarang
Ajax Amsterdam menghadapi situasi darurat di sektor penjaga gawang yang memaksa mereka bertindak cepat di bursa transfer musim dingin. Kepergian Remko Pasveer ke Heracles Almelo menyisakan kekosongan besar di lini belakang.
Pasveer yang sudah berusia 42 tahun memutuskan untuk kembali ke klub profesional pertamanya. Ia menjadikan Heracles sebagai tempat terakhir sebelum pensiun, sekaligus membantu tim tersebut bertahan dari ancaman degradasi ke Eerste Divisie.
Sementara itu, Vitezslav Jaros hanya berstatus pinjaman dari Liverpool dan dipastikan pergi pada akhir musim. Kondisi ini membuat Ajax harus segera mencari kiper berpengalaman yang bisa menjadi solusi jangka panjang.
Dua kiper muda Ajax, Joeri Heerkens dan Paul Reverson, dinilai belum siap memikul tanggung jawab sebagai kiper utama klub sebesar Ajax. Keduanya masih membutuhkan waktu untuk berkembang dan menimba pengalaman.
Dengan latar belakang tersebut, Maarten Paes menjadi pilihan ideal. Usianya yang masih 27 tahun menjanjikan masa bakti panjang, sementara pengalamannya di Eredivisie dan MLS membuktikan ia sudah matang untuk tantangan di level tinggi.
Marijn Beuker Puji Mentalitas Paes
Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, tidak pelit dalam memuji kualitas Maarten Paes. Ia menyebutkan bahwa Ajax secara spesifik mencari kiper yang berpengalaman, konsisten, dan bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Beuker menegaskan bahwa Paes lebih dari sekadar memenuhi seluruh kriteria tersebut. Ia menggambarkan Paes sebagai sosok yang sangat rajin berlatih dan memiliki mentalitas olahraga tingkat tinggi.
Selain itu, Beuker juga menyoroti karakter Paes sebagai pemain tim sejati. Menurutnya, kombinasi antara Paes dan kiper-kiper berbakat yang sudah ada di skuad Ajax akan memberikan fondasi kuat untuk musim-musim mendatang.
Pujian dari petinggi Ajax ini tentu menjadi modal kepercayaan diri bagi Paes. Dengan dukungan penuh dari manajemen, ia memiliki landasan kokoh untuk membuktikan diri di panggung Eredivisie bersama salah satu klub terbesar di Eropa.
Paes Utamakan Kepentingan Tim
Meski mendapat sambutan hangat, Maarten Paes menunjukkan sikap rendah hati dan profesional. Ia menegaskan bahwa dirinya datang ke Ajax untuk bermain demi logo klub, bukan untuk kepentingan pribadi.
Paes menyatakan keyakinannya pada prinsip mengutamakan tim di atas segalanya. Ia percaya bahwa jika setiap pemain mendahulukan kepentingan kolektif, maka pencapaian individu akan datang dengan sendirinya.
Terkait persaingan dengan Vitezslav Jaros, Paes mengaku tidak keberatan dan siap menjalani kompetisi sehat. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan soal waktu bermain kepada pelatih Fred Grim.
Sikap dewasa ini menunjukkan kematangan mental yang dimiliki Paes. Ia tidak datang dengan tuntutan bermain langsung, melainkan fokus memberikan nilai tambah sebanyak mungkin baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia di Eropa
Kehadiran Maarten Paes di Ajax Amsterdam mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Belum pernah sebelumnya seorang kiper yang memperkuat Timnas Indonesia bermain untuk klub sekaliber Ajax.
Ajax merupakan klub dengan sejarah gemilang di pentas Eropa. Mereka pernah menjuarai Liga Champions sebanyak empat kali dan melahirkan legenda-legenda seperti Johan Cruyff, Marco van Basten, Dennis Bergkamp, dan banyak lainnya.
Dengan bergabungnya Paes, jumlah pemain yang terhubung dengan Timnas Indonesia di liga-liga Eropa semakin bertambah. Miliano Jonathans yang bermain di Excelsior Rotterdam bahkan sempat mencetak gol ke gawang Ajax dalam laga yang disaksikan langsung oleh Paes dari tribune pada 1 Februari 2026.
Transfer ini juga memberikan dampak positif bagi citra sepak bola Indonesia di mata dunia. Semakin banyak pemain bertalenta Indonesia yang merambah kompetisi Eropa, semakin besar pula pengakuan internasional terhadap perkembangan sepak bola Tanah Air.
Tantangan Adaptasi Menanti Paes
Meskipun pernah bermain di Eredivisie bersama NEC Nijmegen dan FC Utrecht, Maarten Paes tetap menghadapi tantangan adaptasi yang tidak ringan di Ajax. Level ekspektasi dan tekanan di klub sebesar Ajax jelas berbeda jauh dengan klub-klub sebelumnya.
Ajax menempati posisi ketiga klasemen Eredivisie dengan raihan 34 poin dari 19 pertandingan. Tim ini masih bersaing ketat dengan PSV Eindhoven dan Feyenoord untuk memperebutkan gelar juara liga musim ini.
Selain kompetisi domestik, Ajax juga masih terlibat di pentas Eropa meskipun perjalanan mereka di Liga Champions musim ini kurang memuaskan. Padatnya jadwal pertandingan menuntut rotasi pemain, termasuk di posisi kiper.
Faktor cuaca dan intensitas latihan di Belanda juga menjadi aspek yang harus dihadapi Paes setelah beberapa tahun terbiasa dengan iklim Texas di Amerika Serikat. Namun demikian, statusnya sebagai warga negara Belanda yang lahir dan besar di Nijmegen seharusnya mempermudah proses penyesuaian ini.
Pelatih Fred Grim kemungkinan besar akan memberikan waktu bagi Paes untuk menyesuaikan diri dengan ritme latihan dan gaya permainan Ajax. Apakah Paes langsung debut melawan AZ Alkmaar pada 8 Februari atau menunggu laga kandang melawan Fortuna Sittard pada 14 Februari, seluruh penggemar sepak bola Indonesia siap memberikan dukungan penuh dari Tanah Air.
Harapan Besar dari Tanah Air
Seluruh elemen sepak bola Indonesia menaruh harapan besar terhadap kiprah Maarten Paes di Ajax Amsterdam. Transfer ini bukan hanya pencapaian pribadi sang kiper, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi seluruh pendukung Timnas Indonesia.
Rekan-rekan setim Paes di Timnas Indonesia memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian luar biasa ini. Mereka berharap keberhasilan Paes bisa menginspirasi pemain-pemain Indonesia lainnya untuk berani bermimpi besar dan menembus liga-liga top Eropa.
Dengan kontrak hingga 2029, Paes memiliki waktu yang cukup panjang untuk membuktikan diri dan meraih trofi bersama Ajax. Ia sendiri mengungkapkan hasrat besarnya untuk meraih gelar juara bersama klub yang sudah ia kagumi sejak kecil.
Perjalanan Maarten Paes dari NEC Nijmegen ke FC Utrecht, lalu melintasi Samudra Atlantik menuju FC Dallas, dan kini kembali ke Belanda dengan seragam Ajax Amsterdam merupakan kisah inspiratif yang layak diapresiasi. Sang Tembok Timnas Indonesia kini siap menuliskan babak baru kariernya di salah satu klub paling ikonik di dunia sepak bola.